Rabu, 16 November 2011

PEMANFAATAN TEKNOLOGI TELEKOMUNIKASI DAN INFORMASI

Dengan memperhatikan: (1) dinamika global yang membawa tuntunan perubahan dan persaingan yang semakin tajam; (2) keadaan geografis indonesia yang terdiri dari kepulauan; (3) penyebaran penduduk yang tersebar pulau Jawa; (4) kemampuan, kelemahan, peluang maupun permasalahanyang melekat pada teknologi itu sendiri; serta (5) terbatasnya jangkauan pendidikan tatap muka konvensional yang bersifat formal; dapat karenanya diramalkan arah kecenderungan pendidikan mendatang secara umumadalah sebagi berikut:
  • Pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh akan menjamah pendidikan yang berbeda diluar jangkauan pendidikan tatap muka konvensional yang b ersifat klasikal
  • Lembaga-lembaga yang mempunyai satu kepentingan untuk memanfaatkan sumber-sumber secara bersama akan berkolaborasi dalam suatu pendidikan jarak jauh.
  • Pendidikan profesi dan politeknik secara bertahap akan memanfaatkan kemampuan jaringan e-maildan e-library untuk akses data atau informasi yang bersangkutan
  • Daerah-daerah plosok dan terpencilsecara bertahap melalui kantong-kantong eksperintasi akan diperkenalkan dengan penggunaan dan teknologi yang tepat guna dalam semangat kebersamaan antara pemerintah, orang tua dan masyarakat sehingga pendidikan tidak hanya dapat diakses, tetapi juga terjangkau
  • Penggunaan CD-ROM multimedia dalam pendidikan secara bertahap akan medapat mengganti TV dan Vidio karena sifatnya yang luwes, interaktif dan tahan rusak(durable)
Sedangkan lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi, memiliki sejumlah pilihan alternatifuntuk memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi berbagai contoh berikut:
a.   Perpustakaan elektronik
Merupakan arsip buku-buku dengan dibantu teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi lebih agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. 
         b.  Surat Elektronik (E-mail)
Dengan aplikasi sederhana seperti e-mail, seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan dengan lainnya. 
         c.   Ensiklopedia
Sebagian perusahaan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROOM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia dimasa mendatang bukan hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. 
         d.  Sistem Distribusi Bahan Belajar Secara Elektronis (Digital)
Berdasarkan pengalaman selama ini, beserta program penyetaraan D II yang tinggal didaerah terpencil karena keadaan geografisnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan belajar cetak (modul). 
         e.  Teledukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman, dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan profesional dari sumber daya manusia di indonesia.
           f.  Video Telecomperence
Keberadaan teknologi informasi video telecomperence memungkinkan bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk saling berkenalan dan berhubungan satu dengan lainnya, diharapkan dengan demikian dapat bangsa-bangsa di dunia dan saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya profesi teknologi telekomunikasi dan informasi ini. Faktor utama menurut pendapat saya adalah adanya komitmen politik dari pengambil kebijakan dan ketersediaan tenaga terampil.

Selasa, 15 November 2011

PROSPEK TANTANGAN TEKNOLOGI PERKEMBANGAN DI ERA GLOBAL

PERKEMBANGAN KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Teknologi pendidikan telah berkembang sebagai suatu disiplin keilmuan yang berdiri sendiri. Perkembangan tersebut dilandasi oleh serangkaian dalil atau dasar yang dijadikan patokan pembenaran. Secara falsafi dasar keilmuan meliputi :
  1. ontologi yaitu rumusan tentang gejala pengamatan yang dibatasi pada suatu pokok telaah yang ditentukan.
  2. epistemologi, yaitu usaha atau prinsip intelektual untuk memperoleh kebenaran dalam pokok telaah yang ditentukan.
  3. aksiologi atau nilai nilai yang menentukan kegunaan dari pokok telaah yang ditentukan, yang mempersoalkan nilai moral atau etika dan nilai seni dan keindahan atau estetika.
PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Profesi teknologi pendidikan sebagaimana halnya semua profesi yang baru menghadapi tantangan yang inheren. Salah satu tantangan berat yang dihadapi adalah pengakuan atas profesi teknologipendidikan.
Dengan tersedianya tenaga terdidik dan terlatih dalam bidang teknologi pendidikan dan adanya organisasi profesi, maka secara konseptual terjaminlah usaha penerapan teknologi pendidikan dalam berbagai lembaga yang menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran.

PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Teknologi pendidikanmerupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan dilapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar, belajar lebih efektif, efisien, banyak, luas, cepat dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri penerapan teknologi pembelajaran tidak jauh berbeda dengan perkembangan seperti di Amerika Serikat, hanya terpaut waktu yang cukup lama.

Sabtu, 12 November 2011

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Dalam artian teknologi sebagai proses, maka pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu teknologi, karena pendidikan itu merupakan proses untuk menjadikan manusia terdidik, atau proses memperoleh nilai tambah, sehingga dapat dikatakan "education as technologi". Percival & Ellington berpendapat bahwa teknologi pembelajaran merupakan technologi of education. Menurut Habibie, teknologi agar dapat menghasilkan nilai tambah harus memenuhi 3 kriteria, yaitu :
  1. mempunyai landasan teori untuk pengembangannya
  2. mengandung cara khusus
  3. dapat digunakan untuk mengatasi problem konkret
Dalam hal teknologi pembelajaran, problem konkret yang dihadapi adalah masalah belajar pada manusia sebagai pribadi, bukan sebagi mesin atau robot. Oleh karena itu sangat picik pendapat yang mengatakan bahwa teknologi pembelajaran hanya didasarkan pada teori deskriptif.

Rabu, 02 November 2011

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Pada hakikatnya teknologi pembelajaran adalah suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar dengan berlandaskan pada serangkaian prinsip dan menggunakan berbagai macam pendekatan. masalah belajar itu terdapat dimana saja, pada siapa saja, kapan saja dan mengenai apa saja. serangkaian prinsip yang dijadikan landasan teknologi pembelajaran adalah :
  1. lingkungan kita senantiasa berubah. perubahan itu ada yang direkayasa, ada yang dapat diperkirakan, namun sebagian besar tidak dapat kita ketahui sebelumnya.
  2. Jumlah penduduk semakin bertambah, meskipun dengan prosentasi yang mengecil. Mereka semua perlu belajar dan belajar itu berlangsung seumur hidup dan dimana saja.
  3. Sumber-sumber sedekala (tradisional) semakin terbatas, karena itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan seoptimal mungkin. Kecuali itu harus pula diciptakan sumber baru dan didayagunakan sumber yang masih belum terpakai.
  4. hal setiap pribadi untuk dapat berkembang semaksimal mungkin, selaras dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan.
  5. Masyarakat berbudaya teknologi, yaitu bahwa teknologi merupakan bagian yang tertanam dan tumbuh dalam setiap masyarakat, dengan kadar yang berbeda.

Kamis, 27 Oktober 2011

lanjutan. . .

Dalam artian teknologi sebagai proses, maka pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu teknologi, karena pendidikan itu merupakan proses untuk menjadikan manusia terdidik atau proses untuk memperoleh nilai tambah, sehingga dapat dikatakan "education as technology".

Mereka yang berprofesi atau bergerak dalam bidang teknologi pendidikan, harus mempunyai komitmen dalam melaksanakan tugas profesionalnya yang utama yaitu keselenggaraannya proses belajar bagi setiap rang, dengan dikembangkan masing-masing pembelajaran serta perkembangan lingkungan. Karena lingkunganitu senantiasa mengikuti perkembangan atau perubahan itu dan oleh karena itu ia dituntut untuk selalu mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman, termasuk selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi.

Rabu, 26 Oktober 2011

Menyemai Benih TEKNOLOGI PENDIDIKAN (Prof.Dr.Yusufhadi Miarso,M.Sc.)

Teknologi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yang pertama dan lazim kita kenal adalah teknologi fisik atau mekanik yang ditandai oleh mesin, alat dan perangkatnya. yang kedua kurang sekali dikenal sebagai teknologi, yaitu teknologi sosial yang merupakan tatanan atau acuan yang ditetapkan oleh orang lain dalam mengorganisasikan manusia dan lingkungannya, serta hal-hal yang mengatur tugas, fungsi, wewenang dan kekuasaan.
Perkembangan yang sangat penting tetapi sering diacuhkan adalah bahwa teknologi pendidikan berusaha memecahkan dan atau menfasilitasi pemecahan masalah belajar pada manusia dimana saja, kapan saja, dengan cara apa saja, dan oleh siapa saja. apa yang telah berlangsung selama ini, terutama di Indonesia masih menitikberatkan pada pemecahan masalah dalam bidang persekolahan

Minggu, 23 Oktober 2011

Teknologi Pendidikan dianggap mempunyai potensi untuk :
1. Meningkatkan Produktivita Pendidikan, dengan jalan :
  • mempercepat tahap belajar (rate of  learning)
  • membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik
  • mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi
2. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan :
  • mengurangi kontrol  guru ynang kaku dan tradisional
  • memberikan kesempatan anak yang berkembang sesuai kemampuannya
3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah tergadap pengajaran, dengan jalan :
  •  perencabaab program pengajaran yabg lebih sistematis
  • pengembangan bahab pengajaran yang dilandasi penelitia tentang perilaku
4. Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan :
  • meningkatkan kapabilitas manusia dengan berbagai media komunikasi
  • penyajian informasi dan data secara lebih konkret
5. Memungkinkan belajar secara seketika , karena dapat :
  •  mengurangi jurang pemisah antara pelajaran didalam dan diluar sekolah
  • memberikan pengetahuan langsung
6. memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas, terutama adanya media masa, dengan jalan :
  • pemanfaatan bersama tenaga atau kejadian yang langka
  • penyajian informasi menembus batas geografi